Hudzaifa Septi Intani

Ketika pikiran manusia tertulis dalam sebuah blog

Jakarta’s Night Life 24 Juli 2009

Filed under: Cerpen Islami — hudzaiefha_ciphty @ 12:40 pm
Tags: , ,

Dibayangkan oleh : Ruli Amirullah

HARI INI, pukul 2.30 dinihari

Suasana disebuah sudut Jakarta

Ratusan orang berkumpul di ruang gelap

Terdengar dentuman musik yang memekakkan telinga

Yang wanita memakai baju minim, bahkan nyaris seperti tidak memakai baju akibat begitu ketatnya dengan kulit.. Yang pria tidak kalah ingin menarik perhatian, menggunakan baju dengan design terbaru agar bisa menarik perhatian kaum hawa….

Kulit mereka bersentuhan, dikarenakan begitu banyaknya orang yang berkumpul, tapi beberapa sengaja merapatkan diri, walau hawa terasa hangat dan menjadikan tubuh berkeringat..

Suasana penuh, tapi justru mereka menikmatinya..

Ketika terasa haus, Mereka memesan berbagai minuman..

Semua minuman tersebut terasa membakar di mulut, dan membuat tubuh terasa panas, but they like it, dan terus minum…. Sampai nyaris hilang kesadaran…

Minuman yang tidak menghilangkan haus, dan mereka terus mereguknya

Ketika suara musik semakin bergemuruh, tangan-tangan mengacung keatas sambil berteriak, menikmati setiap dentuman yang ada

Malam yang dingin menjadi terasa hangat..

Dan mereka mengharap malam tidak akan pernah berakhir

Tapi toh segala sesuatu ada akhirnya..

Saat itu, mereka sedang menikmati malam di sebuah club…

Dan Itu tadi hanyalah suasana di salah satu club Jakarta.. masih banyak tempat serupa dengan suasana yang sama, bahkan lebih “panas”..

Anda berminat..?

DI MASA MENDATANG, ketika waktu sudah berhenti..

Suasana di sebuah sudut Akhirat..

Ratusan, ribuan, jutaan, bahkan ratusan juta orang berkumpul dalam ruang gelap..

Terdengar suara gemuruh api yang memekakkan telinga

Yang wanita maupun pria memakai baju minim, bahkan nyaris tidak memakai baju

Kulit mereka bersentuhan, akibat sesaknya tempat, menjadikan hawa begitu menyesakkan, tubuh begitu banyak mengeluarkan keringat, sempit dan tidak ada ruang untuk bernafas lega. Mereka tidak menyukainya, tapi saat itu sudah tidak ada pilihan..

Ketika terasa haus, mereka mendapat minuman yang terasa begitu membakar dimulut, dan bahkan benar-benar membakar setiap sentimeter dari bagian tubuh yang terlewati air tersebut..begitu panasnya hingga nyaris hilang kesadaran yang meminumnya..

Minuman yang tidak menghilangkan haus, dan mereka harus terus mereguknya

Ketika suara gemuruh api semakin memekakkan telinga, tangan-tangan tengadah keatas sambil berteriak memohon ampun… kepanasan merasakan setiap jilatan api yang ada..

Suasananya menjadi terasa begitu panas..

Dan mereka berharap ini akan segera berakhir..

Tapi saat itu tidak ada kata akhir….

Saat itu, mereka sedang menjalani siksa di akhirat…

Dan itu hanyalah suasana di salah satu ruangan akhirat, masih banyak ruangan lain di akhirat dengan suasana yang sama, bahkan lebih panas..

Anda masih berminat…?

….Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri sendiri.

(QS. Ali Imran:117)

// //
 

2 Responses to “Jakarta’s Night Life”

  1. Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah…

  2. sedjatee Berkata

    Allahu Akbar… tulisan yang begitu berkesan… sangat bagus untuk selalu mengingat masa akhirat.. blog yang bagus… salam sukses…

    sedj
    http://sedjatee.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.